​[MUHASABAH] KACA YANG BERDEBU]

Ia ibarat kaca yang berdebu
Jangan terlalu keras membersihkannya

Nanti ia mudah retak dan pecah

Nanti ia mudah Keruh Dan ternoda
Ia bagai permata keindahan

Sentuhlah hatinya dengan kelembutan

Ia sehalus sutera di awan

Jagalah hatinya dengan kesabaran
Lemah-lembutlah kepadanya

Namun jangan terlalu memanjakannya

Tegurlah bila ia tersalah

Namun janganlah lukai hatinya
Bersabarlah bila menghadapinya

Terimalah ia dengan keikhlasan

Karena ia kaca yang berdebu

Semoga kau temukan dirinya

Bercahayakan iman
😌SahabatPembaca

Di atas itu adalah lirik sebuah lagu yang dibawakan oleh Al-Maidany. Judulnya KACA YANG BERDEBU. Pertama kali mendengar lagu ini, jujur saya sama sekali tidak mengerti maksud dari lagu tersebut. Namun setelah diulang berulang kali, baru ngerti apa maksud dari liriknya.
Kisah dari lagunya nih, yaitu mengenai bagaimana cara menghadapi seseorang dan menasehatinya. Disini dikiaskan, seseorang itu seperti sebuah kaca yang berdebu. Karena terbuat dari kaca, apabila kita ingin membersihkan debu darinya tidak boleh terlalu kuat dan terlalu lembut. Kalau terlalu kuat, bisa – bisa kaca tersebut bakal retak lalu pecah. Kalau terlalu pelan pun, debu yang berada diatasnya tidak akan benar – benar bersih. Begitulah juga hati seseorang. Kadang ketika menasehati seseorang, bila kita terlalu keras padanya ia akan sakit hati, dan akan terus melakukan perbuatan yang salah. Kalau kita terlalu lembut dalam menasehatinya, ia malah semakin melunjak (istilah jaman sekarangnya, dikasih hati eh malah minta jantung).
Ada ayat nih yang menjelaskan tentang pentingnya saling menasehati dalam hal kebaikan :
Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksaNya. Al-Ma’idah : 2
“Demi masa, Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. Al-‘Ashr : l-3
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar. At-Taubah : 71
Dan juga sabda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam  :
Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran, maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya, jika tidak bisa maka dengan lisannya, dan jika tidak bisa juga maka dengan hatinya, itulah selemah-lemahnya iman. [Imam Muslim dalam kitab Shahihnya,
Yup, dalam dilema hidup pastinya kita sering mengalami hal semacam ini. Ingin menasehati tetapi malah dimaki. Apalagi objeknya adalah orang yang kita sayangi. Ketika kita melihatnya melakukan kesalahan, ingin rasanya mencoba mengingatkannya, namun ternyata maksud baik kita belum tentu dapat diterima olah dirinya. Nah, kalau sudah begini, gimana dong cara kita menasehatinya ??
Coba perhatikan ayat – ayat dan hadis dibawah ini:
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.QS. Al Baqarah : 153
Maka bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Rabbmu, dan janganlah kamu seperti orang yang berada dalam (perut) ikan ketika ia berdoa sedang ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya. QS. Al Qolam : 48
Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik. QS. Al Ma`aarij : 5
Dan untuk (memenuhi perintah) Rabbmu, bersabarlah. QS. Al Mudatsir : 7
Dan Kami jadikan di antara mereka itu imam-imam yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar, dan adalah mereka meyakini ayat-ayat kami. QS. As Sajdah : 24
Rasulullah bersabda :
“Barang siapa banyak bersabar, Allah Ta`ala akan menjadikan dia seorang yang sabar, tidaklah pada seseorang diberikan satu pemberian yang lebih baik daripada rasa sabar dan tidak juga lebih luas daripada rasa sabar.
Yup, kuncinya adalah sabar. Ketika kita ingin menasehati dan mengingatkan orang lain, cobalah melakukannya dengan sabar. Hilangkan amarah, walau saat itu dirimu benar – benar marah dan kesal terhadap dirinya. Katakan nasehat itu dengan lembut, namun tidak terlalu lembut (istilahnya tegas tapi lembut). Insya Allah, asal kita Ikhlas, Tawakal pada Allah, maka usaha kita untuk mengingatkan orang yang kita sayangi agar tidak melakukan kesalahan lagi dapat terwujud😌

– Andims http:andimutmainnahsalam.blogspot.com

Iklan

About AMS

....Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidak tahuan mereka”,(Abu Bakar As-Shiddiq ra) " bagiMulah segala puja puji, dgn hati badan dan lisanku.....

Posted on 8 Januari 2018, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Komentar Dinonaktifkan pada ​[MUHASABAH] KACA YANG BERDEBU].

Komentar ditutup.

Laporan Aktual

Memilih Kabar Dari Sumber Terpercaya

M2000

Social Net Blog

Muslimah Daily

Allah bersamamu. Tidakkah Allah Cukup Bagimu

Pena Syariah

MENJADI KUMPULAN PENULIS YANG MENERAJUI PENULISAN BERASASKAN SHARIAH MENJELANG TAHUN 2025

Jadikan Viral!

biar semakinra.me!

Blog Abu Hudzaifah

Menghidupkan Sunnah Mematikan Bid'ah

Addariny's --- Centre

Meniti Jejak, Para Salafus Sholih yg Bijak

Aisyna haniifah

sibukkanlah dirimu dengan karya yang bisa mengharumkan namamu di hari akhir

bloginismeiga

Ekspresikan Diri dengan Cerita

Perkembangan Islam di Nusantara

merenung Islam masa lalu, merekam Islam masa kini, mereka Islam masa depan

Catatan Cinta Sahaja

AKU BELAJAR DARI KALIAN DAN AKU MENULISKANNYA

Cahyaiman's Blog

A fine WordPress.com site

Ideological Thinker

We write to SPEAK UP

Indonesian Blogwalker

There are far better things ahead than any we leave behind

Draft Corner

A Place for a Dreamer

Perjalanan Panjang

Tentang Hidup, Asa dan Cinta

blognoerhikmat

lihat dengan kata.baca dengan hati

Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Abdullah Adnan

Blogger | Motovlogger

Jendela Puisi

serumpun puisi dari hati yang merindu

%d blogger menyukai ini: