Saya dan Pak Nur Soleh Supir Angkot Muslim Itu

Assalaamu’alaikum.🙂

Semalam, 13 Agustus 2012, setelah waktu sholat Maghrib dan berbuka puasa bersama dengan dua orang sejawat dan anaknya, karena sedang tak membawa mobil dan karena ingin beririt-ekonomis agar tak mubadzir daripada naik Taxi (juga agar menempa diri dan merasakan Ramadhan rakyat muslim kebanyakan), saya memutuskan naik Angkot. Walaupun saya saat itu cukup mampu membayar Taxi. Dan rumah pun tak seberapa jauh.

Entah mengapa, saya menjadi ingin naik Angkot saja. Bertekad untuk ini. Ada suatu ‘dorongan aneh’ agar naik Angkot saja …

Maka saya memutuskan, bertekad kuat, untuk naik Angkot saja.

Tetapi saya menunggu Angkot pun lama sekali. Tak biasanya pula demikian.

Bahkan saya sempat berpindah tempat beberapa kali. Termasuk karena dihalangi mobil yang datang, yang di dalamnya saya lihat, supirnya kemudian tidur bermalas-malasan. Saya tentu harus berpindah, karena jika dihalangi mobil itu, supir Angkot mana yang dapat melihat saya? Dan saya pun tak dapat melihat mereka …😀 …

Hampir satu jam saya menunggu, sampai akhirnya mendapatkan Angkot yang baik dan saya anggap sesuai.

Saya sebut baik dan sesuai, karena sebelumnya ada Angkot yang sudah lewat, namun penuh. Ada pula yang tak penuh, namun saya tak melihatnya. Pendeknya, saya merasa tak ‘pas’ dengan yang sebelumnya …

Dan si supir Angkot ini pun menyapa saya dengan ramah. Saya ucapkan salam kepadanya, dan ia membalas.🙂

Maka saya naik Angkot itu, yang ternyata kosong, dan karenanya duduk di depan dengan pak Supir, yang belakangan saya tahu bernama pak Nur Soleh.

Beliau sudah cukup tua. Ia rupanya sudah hendak pulang ke pangkalannya, dan kiranya lintasannya bersama saya ini, adalah yang terakhir baginya hari itu.

Dan subhanallah, dari percakapan kami, saya tahu bahwa selama menyetir angkot di Surabaya yang panas, dan sedang musim sakit Influenza dan Batuk di mana-mana ini, beliau belum sama-sekali batal atau bolong berpuasa Ramadhan.

Padahal hari itu saja, ia keluar sejak sholat Subuh, yang didahului Sahur, dan saat bersama saya, sudah lewat Isya’.

Dan sekali lagi, Surabaya sedang panas, dan banyak orang sakit Influenza dan Batuk berat. Termasuk saya, terkena sakit itu, selama kira-kira 2 mingguan Ramadhan, dan alhamdulillah baru selesai sakit Batuknya kemarin, tinggal sedikit flu-pileknya. Dan padahal, akhir minggu lalu, ia pun terkena sakit batuk dan flu. Sehabis berbuka puasa, disuguhi Es.🙂

Padahal banyak orang sehat dan kaya-raya, berkuasa, tak berpuasa. Dan tak melaksanakan petunjuk agama yang lain.

Maka kata pak Nur Soleh, ibadah ini tergantung niatnya.

Jika tak ada niat, maka walaupun dalam keadaan ringan, juga tak akan tuntas berpuasa.

Saya katakan benar, dan saya kutipkan Hadits ini kepadanya:

—————————————————-

Dari Amirul Mu’minin, (Abu Hafsh atau Umar bin Khottob rodiollohu’anhu) dia berkata:

”Aku pernah mendengar Rosululloh shollallohu’alaihi wassalam bersabda: ’Sesungguhnya seluruh amal itu tergantung kepada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai niatnya.’”

(Diriwayatkan oleh dua imam ahli hadits; Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrohim bin Mughiroh bin Bardizbah Al-Bukhori dan Abul Husain Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim Al-Qusairy An-Naisabury di dalam kedua kitab mereka yang merupakan kitab paling shahih diantara kitab-kitab hadits)

—————————————————-

Dan dari percakapan sepanjang perjalanan yang agak lama, dalam berdiskusi, ternyata beliau ini berusaha ta’at dan pemahaman agamanya cukup dalam dan bagus.

Salah satunya, ia mengatakan, semalam ia pulang malam sekali, dan tertidur dan baru sholat Isya’ pukul 2 pagi.

Saat saya tanya, apakah ia lanjutkan dengan sholat Tarawih, ia jawab tidak (karena ia menyangka bahwa sholat Tarawih harus 11 roka’at atau 23 roka’at dan ia sudah lelah).

Maka saya beritahukan, bahwa pada dasarnya sholat Tarawih, adalah sholat sunnah malam (Qiyamul Lail atau Sholatul Lail) yang dikerjakan di bulan Ramadhan. Ada contohnya dari Rosululloh shollolohu ‘alaihi wasallam, yang ditutup dengan Witir, dan biasanya 11 roka’at, dan biasanya pun dilakukan beliau shollolohu ‘alaihi wasallam, sendirian saja. Walau pernah pula dengan berjama’ah. Ini baik selama bulan Ramadhan maupun di luar bulan Ramadhan.

Dan di luar Ramadhan pun, beliau – shollolohu ‘alaihi wasallam – pun juga melalukan Sholatul Lail ini, setiap malam.

Maka para ‘Ulama mengatakan, dalam kondisi ekstrem, misalnya sangat lelah, dan sebagainya, maka sudah sah saja, jika misalnya, ada orang yang sholat tarawih 5 roka’at. Artinya, 2 roka’at sunnah ‘biasa’ yang ditutup dengan 3 roka’at witir. Bahkan ada pendapat, 3 roka’at pun sudah sah (2 roka’at sunnah ‘biasa’ yang ditutup dengan 1 roka’at witir).

Ia menyetujuinya. Dan ia menyangka bahwa saya adalah orang luar Jawa yang biasanya adalah orang Muhammadiyah. Karena pandangan seperti ini adalah ‘biasanya’ dari Muhammadiyah, menurutnya.

Saya jawab, bukan, ayah saya orang Jawa asli dan ibu saya orang Sumatra Barat. Dan saya bukanlah tergabung dengan organisasi manapun, namun bersahabat dengan siapapun muslim. Dan guru-guru saya, dari banyak organisasi, dari NU, Muhammadiyah, DDII, Al Irsyad, Wahdah Islamiyyah, dll. Dari berbagai kelompok, yang mungkin disebut Firqotul Islam itu. Serta bahkan keluarga saya ada yang menjadi petinggi di sana.

Maka saya hanyalah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Yang tentu saja mengakui Imam Fiqh Yang Empat, Maliki, Hanafi, Syafi’i, dan Hanbali. Dan berusaha beragama dengan menuruti cara beragama Rosululloh – shollolohu ‘alaihi wasallam – dan para Sahabat, para Tabi’iin, dan para Tabi’ut Tabi’iin (kaum yang disebut sebagai Salafus Salih) dan yang berusaha menyerupainya.

Sebagaimana jaminan Rosululloh – shollolohu ‘alaihi wasallam – terhadap mereka:

—————————————————-

“Sebaik-baik umatku adalah pada abadku ini (kaum Sahabat), kemudian yang sesudahnya (kaum Tabi’in) dan yang sesudahnya (kaum Tabi’ut Tabi’in). Kemudian sesudah mereka muncul suatu kaum yang memberi kesaksian tetapi tidak bisa dipercaya kesaksiannya. Mereka berkhianat dan tidak dapat diamanati. Mereka bernazar (berjanji) tetapi tidak menepatinya dan mereka tampak gemuk-gemuk.” (HR. Tirmidzi)

“Pada suatu hari Rosululloh – shollollohu ‘alaihi wasallam – bersabda kepada para sahabatnya: “Kamu kini jelas atas petunjuk dari Robbmu, menyuruh kepada yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar dan berjihad di jalan Allah. Kemudian muncul di kalangan kamu dua hal yang memabukkan, yaitu kemewahan hidup (lupa diri) dan kebodohan. Kamu beralih kesitu dan berjangkit di kalangan kamu cinta dunia. Kalau terjadi yang demikian kamu tidak akan lagi beramar ma’ruf, nahi mungkar dan berjihad di jalan Allah. Di kala itu yang menegakkan Al Qur’an dan sunnah, baik dengan sembunyi maupun terang-terangan tergolong orang-orang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam.” (HR. Al Hakim dan Tirmidzi)

—————————————————-

Ia mengatakan, bahwa ia tahu, bahwa itu semua (NU, Muhammadiyah dll) hanyalah organisasi.

Dan satu yang mencuat, adalah bahwa ia antara lain tahu bahwa fanatisme kelompok itu tak baik.

Walaupun ia adalah orang Jawa yang berasal dari Jombang, Jawa Timur, yang biasanya tentu saja biasanya adalah saudara-saudara Muslim yang dari NU. Walaupun kakek-kakeknya, orangtuanya, cenderung selalu mengikuti apa saja kata gurunya.

Ia memilih menyandarkan pemahamannya kepada dalil dari Al Quran dan As Sunnah, bukan peduli apakah sesuatu itu dari NU, Muhammadiyah, Persis, Al Irsyad, DDII, dll.

Dan kiranya, ia juga sering mengkajinya.

============================

Maka saya kutipkan di sini, bahwa Ka’ab bin ‘Iyadh rodhiollohu ‘anhu bertanya:

“Yaa Rasulullah, apabila seorang mencintai kaumnya, apakah itu tergolong fanatisme?” Nabi – shollollohu ‘alaihi wasallam – menjawab, “Tidak, fanatisme (Ashabiyah) ialah bila seorang mendukung (membantu) kaumnya atas suatu kezaliman.” (HR. Ahmad)

Dan mari kita bersama INGAT dan TAKUT AKAN PERINGATAN ALLAH di QS Al Mu’minuun ayat 53-61:

53. Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing).
54. Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu.
55. Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa)
56. Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar
57. Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka,
58. Dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka,
59. Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apapun),
60. Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka
61. mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.

Dan, apakah saat Rosululloh shollollohu ‘alaihi wasallam mengatakan bahwa ada 1 golongan yang selamat dari 73 firqoh, ada menyebut bahwa yang selamat adalah NU, Muhammadiyah, DDII, Al Irsyad, Persis, As Sofwah, Al Islam, Al Azhar, Wahdah Islamiyyah, FPI, FUI, PPP, PKB, PKS, Salafi, Salafiyah, Wahabi, Tashawwuf-Shufi (Sufi), Hizbut Tahrir, HAMAS, Ikhwanul Muslimiin, Syi’ah, Maliki, Hanafi, Syafi’i, Hanbali, dan sebagainya?

Tidak.

“Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari Ahlul Kitab telah berpecah-belah menjadi 72 golongan. Sesungguhnya (ummat) agama ini (Islam) akan berpecah-belah menjadi 73 golongan, 72 golongan tempatnya di dalam Neraka dan hanya satu golongan di dalam Surga, yaitu Al-Jama’ah.” ((HR Abu Dawud no 4597, al Hakim (I/128). Ad-Darimi (II/241), al-Ajurri dalam Asy-Syarii’ah, Al-Lalikai dalam As-Sunnah (I/113 no 150) Dalam riwayat lain disebutkan: … Semua golongan tersebut tempatnya di Neraka kecuali satu (yaitu) yang aku dan para Sahabatku berjalan di atasnya.” (HR At Tirmidzi no 2641, Al Hakim I/129 dari Sahabat ‘Abdullah bin ‘Amr).

“Telah kutinggalkan untuk kalian dua perkara yang (selama kalian berpegang teguh dengan keduanya) kalian tidak akan tersesat, yaitu Kitabullah dan Sunnah-ku.” Diriwayatkan oleh Hakim (I/172), dan Daruquthni (hadits no. 149). Diriwayatkan oleh Hakim (I/172), dan Daruquthni (hadits no. 149). Sabda Nabi dalam hadits Al-‘Irbadh bin Sariyah: “Berpegangteguhlah kalian dengan Sunnah-ku dan sunnah para Khulafa Rasyidin yang mendapat petunjuk (setelahku).”

Maka YANG TERBAIK DIJAMIN ROSULULLOH SHOLLOLOHU ‘ALAIHI WASALLAM DALAM BERISLAM ADALAH GOLONGAN SALAFUS SALIH (ORANG TERDAHULU YANG SALIH) DAN YANG BERUSAHA MENYERUPAINYA, sebagaimana di Hadits ini:

“Sebaik-baik umatku adalah pada abadku ini (kaum Sahabat), kemudian yang sesudahnya (kaum Tabi’in) dan yang sesudahnya (kaum Tabi’ut Tabi’in). Kemudian sesudah mereka muncul suatu kaum yang memberi kesaksian tetapi tidak bisa dipercaya kesaksiannya. Mereka berkhianat dan tidak dapat diamanati. Mereka bernazar (berjanji) tetapi tidak menepatinya dan mereka tampak gemuk-gemuk.” (HR. Tirmidzi)

“Pada suatu hari Rosululloh – shollollohu ‘alaihi wasallam – bersabda kepada para sahabatnya: “Kamu kini jelas atas petunjuk dari Robbmu, menyuruh kepada yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar dan berjihad di jalan Allah. Kemudian muncul di kalangan kamu dua hal yang memabukkan, yaitu kemewahan hidup (lupa diri) dan kebodohan. Kamu beralih kesitu dan berjangkit di kalangan kamu cinta dunia. Kalau terjadi yang demikian kamu tidak akan lagi beramar ma’ruf, nahi mungkar dan berjihad di jalan Allah. Di kala itu yang menegakkan Al Qur’an dan sunnah, baik dengan sembunyi maupun terang-terangan tergolong orang-orang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam.” (HR. Al Hakim dan Tirmidzi)

============================

Lalu …

Ia kiranya cukup membanggakan pula sebagai Muslim. Terharu pula saya berbicara dengannya.

Walaupun dicoba berbagai ujian yang tentu tak ringan, termasuk menceraikan istrinya setahunan yang lalu yang tak mau menerima karena keadaan ekonominya yang kurang baik, membesarkan 2 orang anak seusia SMP dan lepas SMA, dan tentu dengan tubuh yang terkena polusi kota selama menyetir Angkot, namun ia tetap bahagia dan tegar sebagai muslim …🙂 …

Terlihat di wajahnya, dan terdengar di nada suaranya …🙂

Ia bahkan masih membahas perhitungan Zakatnya dengan saya …

Kami berpisah di depan kompleks perumahan saya, dan saling bertukar nomor telepon, jika mungkin ada yang perlu dibicarakan, dikerjakan bersama lagi.

Dan saya melakukan mawas diri, dan bercermin terhadapnya.

Dan sungguh sebuah pengalaman luar-biasa, seakan pelajaran langsung dari Allah, jawaban dari Allah Subhanahu Wa Ta’aala, karena sebelum waktu berbuka puasa kemarin, saya masih berusaha mendamaikan orang-orang, yang mungkin mengerucut menjadi dua kelompok Islam yang dapat saling menghina dengan keras dan keji di sebuah grup Fb.

Padahal telah jelas dalil-dalil di atas. Apakah ini dilupakan?

Alhamdulillah.

Semoga Allah memberkahinya dan memberkahi kita semua.

Aamiiin.

Wallohua’lam. Wastaghfirulloh. Walhamdulillah.

ATM (Abu Taqi Mayestino)

26 Ramadhan 1433 / 14 Agustus 2012

About AMS

....Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidak tahuan mereka”,(Abu Bakar As-Shiddiq ra) " bagiMulah segala puja puji, dgn hati badan dan lisanku.....

Posted on 15 Agustus 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Komentar Dinonaktifkan pada Saya dan Pak Nur Soleh Supir Angkot Muslim Itu.

Komentar ditutup.

Abu Salma

Homepage Pribadi Abu Salma Muhammad

Blog Abu Hudzaifah

Menghidupkan Sunnah Mematikan Bid'ah

Addariny's --- Centre

Meniti Jejak, Para Salafus Sholih yg Bijak

Aisyna haniifah

sibukkanlah dirimu dengan karya yang bisa mengharumkan namamu di hari akhir

bloginismeiga

Ekspresikan Diri dengan Cerita

Perkembangan Islam di Nusantara

merenung Islam masa lalu, merekam Islam masa kini, mereka Islam masa depan

Catatan Cinta Sahaja

AKU BELAJAR DARI KALIAN DAN AKU MENULISKANNYA

Cahyaiman's Blog

A fine WordPress.com site

Dandelion Seed

'writing' is the only way for me to speak up

KAMI DARI SEMUA : IndonesiAn BlogWalker

Blogging... Way I Get Relax a little while Learning     

Draft Corner

A Place for a Dreamer

Perjalanan Panjang

Tentang Hidup, Asa dan Cinta

blognoerhikmat

lihat dengan kata.baca dengan hati

Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Abdullah Adnan

Personal Blog of Abdullah Adnan

Jendela Puisi

serumpun puisi dari hati yang merindu

DewanSyura Weblog

Just another WordPress.com weblog

Catatan Kaki

Kisah ke mana kaki ini melangkah...

Barbados Underground

Barbados News, Politics, Opinions, Sports, Culture, Religion and Media

Michael Powers 1:1 Photography.

Self portraits, every day.

%d blogger menyukai ini: