Kumpulkanlah Kembali Kapas-kapas Yang Tersebar

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Dikisahkan ada seorang pedagang yang kaya raya dan berpengaruh di kalangan masyarakat.Kegiatannya berdagang mengharuskan dia sering keluar k
ota.Suatu saat karena pergaulan yang salah,dia mulai berjudi dan bertaruh.
Mula-mula kecil-kecilan,tetapi karena tidak dapat menahan nafsu untuk menang dan mengembalikan kekalahannya,si pedagang makin gelap mata dan akhirnya uang hasil jerih payahnya selama ini banyak terkuras di meja judi.Istri dan anak-anaknya terlantar dan mereka jatuh miskin.

Orang luar tak ada yang tahu tentang kebiasaannya berjudi,maka untuk hal tersebut,dia mulai menyebar fitnah,bahwa kebangkrutannya karena orang kepercayaan.Sahabatnya mengkhianati dia dan menggelapkan banyak uangnya.
Kabar itu semakin hari semakin menyebar,sehingga sahabat yang setia itu jatuh sakit.
Mereka sekeluarga sangat menderita,disorot dengan pandangan curiga oleh masyarakat disekitarnya dan dikucilkan dari pergaulan.

Si pedagang tidak pernah mengira,dampak perbuatannya demikian buruk.Dia bergegas datang menengok sekaligus memohon ma’af kepada si sahabat.
” Sobat,Aku mengaku salah ! Tidak seharusnya aku menimpakan perbuatan burukku dengan menyebar fitnah kepadamu.Sungguh,aku menyesal dan minta ma’af.Apakah ada yang bisa aku kerjakan untuk menebus kesalahan yang telah ku perbuat ?”.
Dengan kondisi yang semakin lemah si sahabat berkata, ” Ada dua permintaanku.Pertama,tolong ambillah bantal dan bawalah ke atap rumah.Sesampainya disana,ambillah kapas dari dalam bantal dan sebarkan keluar sedikit demi sedikit “.
Walaupun tidak mengerti apa arti permintaan yang aneh itu,demi menebus dosa,segera dilaksanakan permintaan tersebut.Setelah kapas habis disebar,dia kembali menemui laki-laki yang sekarat itu.
” Permintaanmu telah aku lakukan,apa permintaanmu yang kedua ?”.
Sekarang,kumpulkan kapas-kapas yang telah kau sebarkan tadi “,kata si sahabat dengan suara semakin lemah.
Si pedagang terdiam sejenak dan menjawab dengan sedih,” Ma’af sobat,aku tidak sanggup mengabulkan permintaanmu ini.Kapas-kapas telah menyebar kemana-mana,tidak mungkin bisa dikumpulkan lagi “.
” Begitu juga dengan berita bohong yang telah kau sebarkan,berita ini tak akan berakhir hanya dengan permintaan ma’af dan penyesalanmu saja “,kata si sahabat.

” Aku tahu,engkau sungguh sahabat sejatiku.Walaupun aku telah berbuat salah yang begitu besar,tetapi engkau tetap mau memberi pelajaran yang berharga bagi diriku.Aku bersumpah akan berusaha semampuku untuk memperbaiki kerusakan yang telah ku perbuat,sekali lagi ma’afkan aku dan terima kasih sobat “.
Dengan suara terbata-bata dan berlinang air mata,dipeluknya sahabatnya.

Seperti kata pepatah,fitnah lebih kejam daripada pembunuhan,kebohongan tidak berakhir dengan penyesalan dan permintaan ma’af.
Seringkali sulit bagi kita untuk menerima kesalahan yang telah kita perbuat.Bila mungkin,orang lainlah yang menanggung akibat kesalahan kita.
Kalau memang itu yang akan terjadi,lalu untuk apa melakukan fitnah yang hanya membuat orang lain menderita.Tentu akan lebih nikmat bisa melakukan sesuatu yang membuat orang lain berbahagia.

Salam Cinta Karena-Nya.

About AMS

....Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidak tahuan mereka”,(Abu Bakar As-Shiddiq ra) " bagiMulah segala puja puji, dgn hati badan dan lisanku.....

Posted on 15 Agustus 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Komentar Dinonaktifkan pada Kumpulkanlah Kembali Kapas-kapas Yang Tersebar.

Komentar ditutup.

Abu Salma

Homepage Pribadi Abu Salma Muhammad

Blog Abu Hudzaifah

Menghidupkan Sunnah Mematikan Bid'ah

Addariny's --- Centre

Meniti Jejak, Para Salafus Sholih yg Bijak

Aisyna haniifah

sibukkanlah dirimu dengan karya yang bisa mengharumkan namamu di hari akhir

bloginismeiga

Ekspresikan Diri dengan Cerita

Perkembangan Islam di Nusantara

merenung Islam masa lalu, merekam Islam masa kini, mereka Islam masa depan

Catatan Cinta Sahaja

AKU BELAJAR DARI KALIAN DAN AKU MENULISKANNYA

Cahyaiman's Blog

A fine WordPress.com site

Dandelion Seed

'writing' is the only way for me to speak up

KAMI DARI SEMUA : IndonesiAn BlogWalker

Blogging... Way I Get Relax a little while Learning     

Draft Corner

A Place for a Dreamer

Perjalanan Panjang

Tentang Hidup, Asa dan Cinta

blognoerhikmat

lihat dengan kata.baca dengan hati

Sports & Life

Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Abdullah Adnan

Personal Blog of Abdullah Adnan

Jendela Puisi

serumpun puisi dari hati yang merindu

DewanSyura Weblog

Just another WordPress.com weblog

Catatan Kaki

Kisah ke mana kaki ini melangkah...

Barbados Underground

Barbados News, Politics, Opinions, Sports, Culture, Religion and Media

Michael Powers 1:1 Photography.

Self portraits, every day.

%d blogger menyukai ini: