Sulis ada Cerita

Saya sudah lama nggak nyanyikan lagu sulis…
terakhir kalinya andi bawakan lagu sulis CINTA ROSUL… lepas sekolah menengah pertama…. waktu itu sekolahan kami mengadakan PERSATUAN SEKOLAH PENDIDIK CERDIK  acarA besar ini… Alhamdulillah saya di percayakan untuk membawakan lagu sulis. Di antara semua lagu sulis… hanya 5 yg ter SAVE dengan baik…. tak ada satupun aku melupakan satu bait saja… semuanya sudah di luar kepala.. aku sangat suka…. yah seperti aku sukanya bila mengkaji Fiqh al-Mawarits rasa sudah di luar kepala… TERSAVE dengan baiknya… hihi ^_^ Alhamdulillah yah sesuatuh…

Betapa bahagianya bertemu nabi
Nabiyyal Huda _ Sulis Cinta Rasul
betapa bahagianya bertemu nabi
bahagia didunia tiada berarti
bahagia didunia tiada berarti

Rindu bertemu padamu tak lagi semu
rindu bertemu padamu tak lagi semu
bila kucoba meredam
semakin nyata
bila kucoba meredam
semakin nyata

Kumerindukan selalu saat bertemu
kumerindukan selalu saat bertemu
denganmu ya rasulallah
sudilah kau habiballah
sholawat salam bagimu
ya nabiyallah

Nabiyyal Huda _ Sulis Cinta Rasul

ALFU SALAM

Kun Ma’iy

kuasa illahi by sulis with lyric

Ya Allah ya Rohman ya Robbi ya Ilahi
curahkan rahmat dan kasihmu
rahmat dan kasihmu

Ya Allah, dengarlah pintaku
kabulkan doa harapanku
barikanlah petunjukMu
penuhi hasrat kerinduanku2x

Ya Ilahi, pandanglah kami
niscaya tentram jiwa hati
agarku dapat keridhoanMu
tujuan akhir jalan hidupku 2x

Ya Rasul ya Rasulalllah
sholawat salam Allah untukmu
engkaulah kekasih Allah
berikan cercah syafa’atmu
ya…ya Rasulallah

KETIKA SULIS BERCERITA
Bismillah….

Sepulang dari kerja Mamaku langsung meminum minyak tanah yang disimpan diatas meja

Pada Tanggal 01 Oktober 2010, setelah pulang dari Kampus (Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta), itu nama kampusku. Saya sampai di rumah kira-kira jam 06.00. Setelah nyampe rumah saya langsung menuju kekamar. Saya masuk kamar (Kamarnya cuman satu tidur bareng-bareng), tiba-tiba kakakku mengatakan bahwa nanti malam ada konser di Masjid Kampus UGM, lalu saya bertanya “Konser Apa Kak? Kakakku menjawab “saya dengar cih konser RELIGI”. Artisnya ciapa kak, saya lagi-lagi bertanya. Lalu si kakak yang baik hati itu menjawab dengan indahnya, “Artisnya Sulis, kenal suliskan?”. Ooh si Sulis toh, kenallah, pasti bakalan asik donk ntar malem. Kakakku bertanya “Mangnya ntar malem kamu mau pergi nonton?”. Lalu saya menjawab “Kayaknya ntar malem saya pergi nonton deh”. Okelah kalo begitu “si kakak bergurau”.

Malam telah tiba, sekitar jam 7 malam saya (Jamil), kakak saya (JEMS) dan adik sepupu saya (Awan Setiawan) kami bergegas menuju ke Masjid Kampus UGM, yang kebetulan Masjit Kampus UGM itu agak dekat dengan Kontrakan kami (Karangmalang Blok A-31 B Kel. Caturtunggal, Kec. Depok, Kab. Sleman, Yogyakarta). Maklum anak kos-kosan yang tak ber-ada, kemana-mana yeach berjalan kaki. Setelah sekitar 10 menit kami berjalan ternyata udah nyampe di Masjid Kampus UGM. Setelah nyampe di panggung (halaman Masjid UGM) yang disediakan untuk Konser itu, lalu sepupuku bertanya “Kak Jamil si Sulisnya Mana? Kok cuman para nasid yang tampil”. Dengan wajah senyum saya menjawab “ya sabar toh Dek biasanya yang namanya Artis intikan tampilannya paling terakhir”. Ooh gitu tooh “sepupuku berkata”. Jujur aku tidak fens dengan si Sulis, kenapa saya mengatakan tidak fens? Karena satu pun dari sekian banyak lagunya Sulis tidak ada satu pun yang saya hafal. Hehehe. Yeach kalo lagu-lagunya saya sukasih, karena lagu-lagunya hampir semuanya melantunkan kebesaran Allah dan Nabi Muhammad SAW.
Setelah sekian lamanya kami menunggu di depan panggung, lalu si pembawa acara berkata “kok semuanya pada lemes cih, semangat donk jangan biarkan wajah kalian terlihat seperti ini di depan Sulis nanti, oke..! inilah yang kita tunggu-tunggu dari tadi, Sulis”. Huuuuuuhuuuu, para penonton bersorak sambil bertepuk tangan menyambut kedatangan si Sulis. Saya salut sama Sulis, pada hal sudah di sediakan pentas yang bagus untuk bernyanyi, eeh malah dia menyanyi di bawah dan sejajajar bersama kami para penonton, dia menyapa kami semua “Asalamu alaikum Warohmatullahi wabaro kaatuh, Selamat malam Jogja”, dengan merdunya kami (penonton) menjawab Waalaikum Warohmatullahi wabaro kaatuh, selamat malam juga Sulis dan selamat datang di Jogja. Sulis itu kepribadiannya putih, pakaiannya pun semua putih, dengan pakaian yang serba putih itu lalu Sulis duduk diatas tanah depan pentas yang di sediakan dan menyuruh semua penonton duduk bareng-bareng sama rendah. Oh iya saya lupa menceritakannya, Sulis dating ke jogja dalam rangka Konser Religi Bersama Telkomsel. Itu acara yang di dukung sepenuhnya oleh Telkomsel, semoga selalu Exis Telkomsel, amin.
Sulis membawakan lagu-lagu religinya sambil memeluk-meluk penonton (tentunya penonton yang cewe yang dia peluk), hehe. Dengan gembira dan penuh khidmah para penonton mendengarkan lantunan lagu-lagu Sulis dengan suara yang indah. Malam semakin larut tentunya semakin indah sambil mendengarkan lagu-lagu seperti : Ya toiba, Ummi, Ibu dan lain-lain.
Oh iya yeach sampai saya lupa dengan judul yang saya angkat “Ketika Sulis Bercerita”. Sekarang kita masuk dalam cerita-ceritanya Sulis. Yuuk simak baik-baik, mudah-mudahan ada yang kita petik dalam cerita ini. Amin.

Sulis adalah salah satu anak bangsa yang tinggal di salah-satu kota di Jawa Tengah, yeach tepatnya di Solo, beliau bukan berasal dari seorang keluarga kaya melainkan dia berasal dari keluarga kumu dan miskin, dia tinggal di salah satu desa terpencil yang berada di Solo.

Di sebuah desa bernama kampung Sangkrah Jl. Sungai Batanghari pinggir rel kereta api Pasar Kliwon Solo Jawa Tengah. Pada hari Selasa tanggal 23 Januari 1990 lahirlah seorang bayi mungil dengan penuh kasih sayang bernama Sulistyowati, acapkali keluarga dan orang sekelilig menyapanya dengan panggilan Sulis. Dia adalah anak bungsu dari tiga dara berasaudara, Rina anak pertama, Devi yang kedua dan Sulis pemungkasnya dari pasangan Bpk. Sumadi dengan Ibu Siti Satinem. Sewaktu Sulis masih dalam kandungan lima bulan, ibunya menjadi kurus karena lambungnya menolak makanan yang dimakannya, namun demi kelahiran sang buah hati semua itu dapat dilewati. Dari kecil anak-anak Pak Sumadi dan Ibu Siti ini selalu ditanamkan nilai-nilai agama sehingga semenjak kecil Sulis sudah dimasukan orang tuanya kesebuah TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) Yayasan Al-Ihya tanpa tahu kalau salah satu pendirinya adalah Haydar Yahya dan Haddad Alwi yang kelak menjadi teman duetnya dalam bersholawat. Sulis yang saat itu masih berumur 5 tahun sudah bisa bersholawat dengan fasih, perpaduan suaranya yang melengking merupakan perpaduan antara kemampuan mengaji, bersholawat, dan bernyanyi, sehingga banyak orang bilang “ Kalau saja ada produser yang lewat dan mendengar Sulis nyanyi pasti langsung dikontrak jadi penyanyi“ dan siapa sangka kalau omongan itu benar-benar menjadi kenyataan, karena “Setiap kata adalah do’a“. (http://forum.cintarasul.co.id)

Sulis juga pernah tinggal di pinggir sungai yang ababila kalau mandi cuci dan lain-lainnya hanya di sungai itu, sunggh menyedihkan. Sulis mempunyai ayah dan ibu (itu pasti, hehe), setiap hari kerjaan ayahnya adalah Supir Pribadi dan menjadi tukang Becak. Siang harinya menjadi Supir Pribadi, itu hasilnya untuk kebuthan setiap harinya. Dan jikalau malam tiba ayah Sulis bekerja sebagai Tukang Becak, itu hasilnya buat Sulis dan kakaknya berangkat sekolah dan semua kebutuhan sekolah lainnya. Ibunya bekerja sebagai tukang jahit, tiap hari mengantarkah hasil jahitannya kerumah-rumah pelanggannya. Ketika sepulang dari sekolah juga sulis tidak lupa juga membantu ibunya menganterkan order, yeach biasalah anak yang baik sedikit-sedikit membantu orang tua. Hehe.

Ketika suatu hari Sulis dan ibunya pergi mengantarkankan order jahit ke pelanggannya. Sudah berkeliling-keliling kepanasan demi mendapatkan makanan buat penyambung hidup. Usai mengantarkan orderan-orderan tersebut, Sulis dan ibunya (Siti Satinem) kembali kerumah untuk beristirahat. Sepulang dari kerja tersebut ibu Siti Satinem langsung meminum minyak tanah yang disimpan diatas meja. Minyak tanah tersebut ia minum, dikirain air, saking hausnya abis pulang kerja. Minyak dalam botol Aqua tersebut telah habis setengah botol. Tiba-tiba datainglah kakaknya Sulis dan langsung menanyakan minyak tanah yang barusan dia simpan di atas meja yang tiba-tiba telah habis setengahnya. “Ibu, Sulis, minyak yang saya simpan di atas meja ini tadi mana? Kok bias tinggal setengahnya?”. Begitulah kakaknya sulis bertanya. Dengan kaget Ibunya Sulis berkata “haaaaah, kamu bilang yang kamu simpan diatas meja itu MInyak tanah?”. Tidak lama kemudia tiba-tiba ibu Siti Satinem itu muntah-muntah. Beliau mencoba mengeluarkan minyak tanah yang telah ia minum dikirain air tersebut. Saking paniknya juga si Sulis menangis-nangis, dia takut ibunya terjadi apa-apa sehabis kejadian itu. Menangis, menangis, terus menangis, tangisan yang tiada hentinya, itu yang dilakukan sulis. “Minyak tanah kok disimpan diatas meja makan, kenapa kak?” begitu sulis bertanya sambil menangis. Dan syukur Alhamdulillah ternyata sehabis ibunya meminum itu tidak terjadi apa-apa.

Bungsu tiga bersaudara pasangan Sumadi dan Siti Satinem ini senang menyanyi sejak kecil. Keberuntungan datang saat penyanyi Hadad Alwi mencari pelantun shalawat anak-anak untuk duet dengannya. Waktu itu banyak anak-anak yang mengikut audisi bernyanyi dan dipilihlah 3 anak terbaik. Suara ketiga anak tersebut sangatlah biliar (sangat indah) untuk di dengar dan salah satunya adalah Sulis. Tiga anak tersebut umurnya satu berumur di bawah umur Sulis dan satunya lagi di atas umurnya Sulis, berarti sulislah ditengah-tengahnya. Karena yang harus dibawa ke Ibukota cumin satu orang terpaksa dua orang tidak bias ikut, dan sulislah yang terpilih untuk ikut Hadah Alwi ke Jakarta. Nama Sulis langsung melejit setelah membawakan lagu-lagu pujian sholawat nabi yang berhasil mengambil hati para penggemarnya. Pengalaman rekaman pertamanya adalah saat dia masih berusia 9 tahun kelas III SD. Kini tak terasa, gadis kecil yang memulai debut bernyanyi sejak tahun 1999 itu sudah beranjak dewasa. Delapan tahun menekuni dunia tarik suara, 12 album sudah ia hasilkan, termasuk single dan kompilasi. Namanya pun kini identik dengan lagu-lagu religi.
Pada tahun 2007, Sulis merilis album solo keduanya. Album bertajuk Ya Allah ini merupakan album ke-12. Tak seperti lazimnya lagu religi Islam lainnya yang diwarnai dengan musik gambus dan rebana, dalam album ini menggantikannya dengan drum dan gitar bahkan lebih nge-beat. Sebelumnya, Sulis juga pernah merilis album solo Cinta Rasul 4 (2004).
Beberapa album duet Sulis bersama Hadad Alwi adalah Cinta Rasul 1, Cinta Rasul 2, Cinta Rasul 3, Cinta Rasul 5, Cinta Rasul 6, Cinta Rasul 7 serta Sulis With Orchestra. Meski telah merilis belasan album, Sulis tetap berusaha meningkatkan kualitas bernyanyinya. Ia berguru pada Anwar Fauzi yang juga pencipta beberapa lagu yang dia bawakan. Saat ini Sulis terlibat dalam pembuatan film Baik-baik Sayang bersama Wali Band. Ini merupakan film perdananya bagi Sulis setelah sekian lama dikenal publik sebagai penyanyi religi. (http://id.wikipedia.org/wiki/Sulis).

Itulah sedikit cerita tentang sulis, yeach mudah-mudahan kita semua anak bangsa (terutama kaum wanita), bisa terinspirasi dengan Sulistiawati (Sulis). Dan bila kita semua ingin selalu melihat Sulis agar tetap eksis di dunia entertainment belilah lagu-lagunya, belilah nada sambung pribadi (bagi yang punya hand pone), ingat kalo beli lagu-lagunya jangan beli yang bajakan yeach. Oke……! Oke…….! Udah dulu yeach…. Bukan berarti saya mau iklah yooh, saya gak dibayar kok sama Sulis.. hehe, cuman melatih diri saja buat banyak menulis… menulis dan menulis….

dari permulaan yang kecil….. lama akan menjadi besar…. alhamdulillah.. insyaallah….

About AMS

....Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidak tahuan mereka”,(Abu Bakar As-Shiddiq ra) " bagiMulah segala puja puji, dgn hati badan dan lisanku.....

Posted on 13 Agustus 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Komentar Dinonaktifkan pada Sulis ada Cerita.

Komentar ditutup.

Abu Salma

Homepage Pribadi Abu Salma Muhammad

Blog Abu Hudzaifah

Menghidupkan Sunnah Mematikan Bid'ah

Addariny's --- Centre

Meniti Jejak, Para Salafus Sholih yg Bijak

Aisyna haniifah

sibukkanlah dirimu dengan karya yang bisa mengharumkan namamu di hari akhir

bloginismeiga

Ekspresikan Diri dengan Cerita

Perkembangan Islam di Nusantara

merenung Islam masa lalu, merekam Islam masa kini, mereka Islam masa depan

Catatan Cinta Sahaja

AKU BELAJAR DARI KALIAN DAN AKU MENULISKANNYA

Cahyaiman's Blog

A fine WordPress.com site

Dandelion Seed

'writing' is the only way for me to speak up

KAMI DARI SEMUA : IndonesiAn BlogWalker

Blogging... Way I Get Relax a little while Learning     

Draft Corner

A Place for a Dreamer

Perjalanan Panjang

Tentang Hidup, Asa dan Cinta

blognoerhikmat

lihat dengan kata.baca dengan hati

Sports & Life

Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Abdullah Adnan

Personal Blog of Abdullah Adnan

Jendela Puisi

serumpun puisi dari hati yang merindu

DewanSyura Weblog

Just another WordPress.com weblog

Catatan Kaki

Kisah ke mana kaki ini melangkah...

Barbados Underground

Barbados News, Politics, Opinions, Sports, Culture, Religion and Media

Michael Powers 1:1 Photography.

Self portraits, every day.

%d blogger menyukai ini: