Daily Archives: 2 Juli 2012

Manfaat Menulis


Hasil sebuah penelitian di Amerika yang dilakukan oleh seorang Psikolog yaitu Dr.Pennebaker menemukan berbagai manfaat menulis sebagi berikut :


Manfaat menulis :

1.Menulis menjernihkan pikiran.

Saat kita mengalami masalah yang berat dan rumit,menuliskan semua masalah kita ternyata berdampak positif untuk menjernihkan pikiran kita sehingga akan lebih memudahkan dalam menyelesaikan masalah.


2.Menulis mengatasi trauma.

Dengan menuliskan trauma yang pernah kita alami,kita akan lebih mudah mengelola trauma kita sehingga kita bisa mengatasai trauma tersebut.Mereka yang tidak menuliskan traumanya lebih rentan dan tidak sembuh dari trauma tersebut.Jadi agan-agan kalo ada trauma atau phobia dengan menulis trauma tersebut akan memudahkan kita untuk sembuh. 


3.Menulis membantu mendapatkan dan mengingat informasi.

Belajar dengan menulis akan membuat ingatan kita jauh lebih tajam.Seperti pepatah “ikatlah ilmu dengan menulis”,menulis membuat sayarf otak kita lebih aktif sehingga kita bisa lebih mengingat pelajaran yang kita pelajari.Bandingkan dengan belajar yang hanya membaca maka kita akan mudah terlupa.


4.Menulis membantu memecahkan masalah.

Menulis masalah yang kita hadapi akan membuat kita fokus terhadap masalah itu daripada hanya dengan memikirkannya.Memikirkan masalah saja akan membuat pikiran dan otak kita kemana-mana.Dan ini yang membuat kita merasa lebih tertekan.Dengan demikian kita juga akan dengan lebih mudah mencari solusinya.


5.Menulis membantu ketika kita harus menulis.

Tugas disekolah ataupun kuliah memaksa kita harus menulis.Mengapa skripsi begitu berat?karena kita tidak terbiasa menulis.Kita bisa berpikir dan berbicara tetapi menulis adalah ketrampilan yang harus dipelajari.Dengan terbiasa menulis maka disaat kita harus menulis seperti mengerjakan tugas atau skripsi kita akan lebih mudah melakukannya.



Manfaat menulis yang lain :


Pertama, tentu saja orang yang rajin menulis akan semakin canggih dalam mentransfer gagasan ke dalam bentuk simbol-simbol. Semakin canggih artinya semakin mudah, semakin cepat, semakin efisien dan semakin akurat. Memang setiap orang yang bisa membaca pasti bisa menulis. Namun tulisan orang yang jarang membuat karangan dengan tulisan orang yang terbiasa menulis memiliki perbedaan. Perbedaan ini bukan dalam konteks kerapian atau banyak sedikitnya kesalahan ketik. Namun lebih pada kelugasan bahasa.


Orang yang sudah terbiasa menulis bisa mengontrol distribusi gagasan menurut jumlah kata/kalimat yang digunakan. Jika ia diminta membuat tulisan pendek, semua gagasan bisa dituangkan secara efektif. Ketika ia diminta membuat tulisan panjang, maka kesenjangan bobot makna antara satu kalimat/paragraf dengan kalimat/paragraf lain relatif sama. Berbeda dengan penulis pemula. Jika diminta membuat tulisan panjang, penulis pemula akan membuat kalimat padat makna pada satu bagian dan kalimat bertele-tele pada bagian lain.


Kedua, dengan menulis kita diajak untuk berpikir lebih runtut dan logis. Orang memang bisa membuat tulisan yang bolak-balik tidak karuan. Namun tulisan tersebut tidak akan laku dibaca. Membaca satu dua paragraf saja orang lain sudah pusing. Orang yang terbiasa menulis akan mampu menuangkan gagasannya secara lebih teratur. Dalam tulisan disebutkan dari mana mau ke mana. Misalnya dari A mau ke B. Apakah bisa langsung? Tidak. Mengapa? Disebutkan alasannya. Lalu bagaimana solusinya. Solusinya dari A ke C dulu, baru ke B. Mengapa harus C yang dipilih. Dan seterusnya. Semuanya direncanakan dengan runtut dan logis.



Ketiga, orang yang terbiasa menulis akan lebih menyukai cara sederhana, supaya pembacanya mudah memahami. Menurut saya, orang yang pintar menulis itu bukanlah orang yang memiliki perbendaharaan kata yang luar biasa, yang mampu menggunakan istilah-istilah super canggih. Justru orang-orang seperti itu sebenarnya tidak bisa menulis. Istilah-sitilah canggih itu digunakan untuk menutupi kebodohannya. Orang yang pintar menulis adalah orang yang bisa membahas tema-tema super pelik dengan gaya penyajian yang bisa dipahami anak yang sedang belajar membaca. Seorang ekonom saya nilai pintar menulis jika ia bisa menjelaskan hubungan topik-topik ekonomi makro dengan harga beras dan sayuran di Pasar Bringharjo Yogyakarta atau menghubungkannya dengan nasib para buruh kasar.


Keempat, dengan menulis kita diajak untuk menggali lebih dalam ilmu kita. Saya pernah membuat tulisan mengenai philantrophis. Apa artinya philantrophis? Nah disitulah saya mulai belajar. Apa maknanya, apa cirinya, mengapa mereka menjadi philantrophis, siapa saja yang disebut ekstreem philantrophis. Dengan menulis mengenai philantrophis, saya dikenalkan dengan dunia kedermawanan.


Kelima, dengan menulis kita diajak untuk mengamati sesuatu secara lebih luas. Akhir Desember 2010 ini kita mendengar ada banyak cuaca ekstrim, baik di Indonesia maupun di Eropa dan Amerika. Pertanyaannya adalah apakah kondisi di Indonesia dan di Eropa dan Amerika ini saling berhubungan. Mengapa ini terjadi, padahal tahun-tahun yang lalu tidak separah tahun ini. Apakah ada hubungannya dengan pemanasan global. Dan seterusnya.


Keenam, dengan menulis kita diajak untuk menggali makna dari sebuah peristiwa. Jika sebuah peristiwa buruk terjadi, kita diajak untuk mencari penyebabnya. Dari penyebab yang satu akan mengarah pada penyebab lainnya. Sampai akhirnya kita diajak untuk menemukan penyebab yang paling mendasar dari semua penyebab yang ada. Dengan menemukan penyebab yang paling mendasar ini kita akan mengetahui persoalan secara menyeluruh.



Dari keenam manfaat ini kita bisa menemukan satu manfaat besar dari kegiatan menulis, yaitu dengan menulis otak kita terus diasah. Diasah dalam hal kepekaan terhadap peristiwa-peristiwa disekitar kita. Diasah dalam hal kejelian melihat sebuah peristiwa yang mungkin biasa terjadi. Diasah untuk mampu berpikir logis, menemukan hubungan sebab dan akibat. Diasah untuk mampu melihat pelajaran yang bisa dipetik dari peristiwa sehari-hari.

Iklan

Sejak kapan aku mula menulis


Kalau ditanya sejak kapan aku mulai menulis? Akan ku jawab, sewaktu umur 3-4 tahun aku belajar untuk menulis angka dan huruf. Alhasil walau saat itu aku sulit membedakan antara huruf M dan W yang aku baca selalu terbalik, aku menjadi anak yang sudah bisa membaca sebelum aku masuk TK. Haha.. , itu masih menulis gaya jaman balita.

Setelah aku bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di kota kecilku, kegiatan menulisku semakin banyak. Aku menyebutnya saat itu bukan sebagai penulis, tapi cenderung ke kerjaan sekretaris kelas. Bayangkan saja, dari jaman nulis make kapur putih sampai ke spidol, kerjaanku tetap aja jadi sekretaris kelas. Itu dimulai dari kelas 3 MIN sampai kelas 3 MAN. Betah ya, dan herannya penglihatan guru-guruku semenjak aku MIN hingga MAN ternyata sama, mereka tetap menyebutnya rapi. Ini berlanjut hingga kuliah yang memakai sistem scriber (notulen) dalam sebuah diskusi tutorial. Senangnya bukan main teman-teman diskusiku jika aku yang menjadi scriber, karena aku bisa mem-fotocopy-kan papan tulis dari hasil diskusi dengan baik. Dan yang membuat aku tak percaya, hingga kuliah pun, masih ada dosen yang berpenglihatan seperti guru-guruku terdahulu. Haha.. Mengerti kan maksudnya apa? Hehe..

Tetapi sepenuhnya aku tidak menjadikan diriku sebagai murid yang terlalu rajin dalam menulis tanpa menghasilkan sesuatu. Sewaktu MIN, aku mulai menulis puisi, walaupun masih bertemakan lihat kebunku penuh dengan bunga , padahal dari mana aku punya kebun, rumahku kan kecil dan halamannya nggak ada bunga, haha..

Maklumlah, masih kapasitas seorang anak kecil yang menulis sebuah puisi amatiran.

Nggak berhenti di situ aja, hanya karena aku suka menulis, jadi setiap ada PR bahasa indonesi yang judulnya buat kalimat baru walaupun dengan pola SPOK, kalimat konjugasi, majemuk, dan sebagainya, wah … aku bakalan senang bukan main. Membuat kalimat bebas benar-benar membuatku bisa berkreasi penuh untuk memasukkan nama Salman Khan yang lagi kasih makan bebek, Tina Toon yang mau bunuh diri, sampai dengan tetanggaku yang tiap pagi bertengkar di depan rumahpun tak lupa kujadikan ide untuk membuat kalimat, haha

Untunglah kebiasaan membuat kalimat aneh dengan melibatkan nama-nama mereka itu tidak kulanjutkan hinggga kini, jika tidak itu bisa menjadi sebuah kebohongan yang besar apalagi jika kertas-kertas PR-ku itu berceceran dan ditemukan oleh seorang wartawan gossip, haha :D. Tetapi ada sisi baiknya juga sih, ya walaupun aku punya ide aneh seperti itu, itu menjadi sebuah perbuatan yang baik untuk mengasah ide di kepalaku supaya cepat muncul, hehe …:).

Saat itu, aku juga punya diary sih, tapi diary di sini lebih kujadikan sebagai buku telpon, alamat rumah , daftar tanggal lahir, daftar makanan kesukaan, buku kesukaan sampai daftar artis kesukaan teman-temanku. Dan pastinya mereka lah yang menulisnya, bukan aku. Hufh, benar-benar tidak penting.

Masuk ke Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), baru ku tahu kegunaan diary itu untuk apa. Fungsi diary berpindah pada jaman ini. Ini bermula dari Pak Guru bahasa Indonesia yang mewajibkan kami harus memiliki satu diary dengan syarat-syarat diary harus ber-merk sama, berukuran sedang dan sederhana banget, nggak boleh ada kesan boneka, warna pink berlebihan, dragon ball atau kartun apalagi itu yang sangat terkesan anak-anak banget. Aih, si Bapak.. tega bener…. Masak remaja baru tamat sekolah dasar seperti kami harus beli diary yang tampang luarnya tua banget, persis yang dipakai bapak-bapak kantoran, hahaha… :D.

Tapi aku baru ngerti, kenapa si bapak guru nyuruh beli diary dengan syarat-syarat di atas. Ya ampun, ternyata fungsi diary sepenuhnya belum berlaku di sini. Mengapa demikian? Ya namanya aja diary alias pribadi, ya mana pernah boleh dikasih ke orang lain kecuali pribadi sendiri yang tahu. Nah, ternyata buku harian yang disyaratkan oleh Pak Guruku itu harus selalu kami kumpulkan setiap seminggu sekali untuk diberikan penilaian dan itu nilai juga dimasukkan dalam nilai harian bahasa Indonesia. Kalau kami memakai diary yang warnanya seperti pelangi dan ada kartun di mana-mana, sama saja itu akan menyebabkan diskriminasi di antara kami, terkesan pembagian kasta dan lain sebagainya. Kami di sini untuk bersekolah, dan di sekolah nggak pernah diperhitungkan mau kaya atau miskinnya seseorang, semuanya sama, yang ada hanyalah bersaing dalam belajar. Benar-benar guru yang luar biasa, dia mempunyai caranya tersendiri untuk membiasakan kami menulis segala sesuatu terhadap setiap peristiwa yang kami alami, kami lihat dan kami dengar. Alhasil, teman-temanku yang cowok yang pada awalnya memang nggak suka nulis diary, karena mereka masih menganggap kalau cowok nulis diary itu adalah kriteria cowok cemen, akhirnya mau nggak mau mereka akhirnya harus nulis juga demi nilai, kalau nggak siap-siap nilai bahasa Indonesia nggak ada, haha :D.

Dan akhirnya karena aku tahu diary itu menjadi diary sekolah, maka aku nggak akan nulis tentang masa ABG ku dan masalah hati yang labil di situ. Aku nggak siap jika  pribadiku harus dibaca oleh guru-guru satu kantor. Bener sih itu tugas satu guru, tapi hasil yang kudapatkan adalah karena setiap siswa kelas 1 diwajibkan untuk punya diary yang sama dan harus nulis, banyak diary di meja kerja Pak Guru itu menumpuk dan menarik perhatian guru yang lain untuk membaca. Walaah.. benar-benar repot. Repot yang aku alami lagi, aku harus benar-benar nulis sesuatu minimal 3 tulisan dalam seminggu. Jadilah aku kewalahan mencari ide. Biasanya kan nulis di diary untuk masalah hati, akhirnya kisahnya aku alih fungsikan lagi ke semua tontonan yang aku nonton. Untungnya saat itu aku cuma memiliki TV yang punya saluran televisi nasional. Haha, jadilah banyak tontonan film dokumenter dan semua tontonan yang masih jaman 50-an banget, hahaha

Ya karena aku orang yang mau nonton apa aja walaupun cuma saluran televisi nasional, jadilah isi dari film dokumenter tentang kebudayaan Indonesia sampai pagelaran campur sari pun aku tuliskan dalam diary itu, haha… pikirku, biarlah isinya juga agak tua-tua gitu, soalnya tampang cover diary-nya kan juga tua, jadi ya sekalian aja biar 100 % tua, hahaha..

Nah, memasuki jenjang SMA, kegiatanku untuk menulis semakin meningkat. Saat itu, aku jadi anggota MaDing (Majalah Dinding) di sekolah. Kebanyakan tugasku adalah di bagian menulis puisi, jadi saat itu banyak puisi-puisi yang aku buat terpublish di sekolah. Puisi itu juga pada akhirnya nggak hanya untuk dibaca, di berbagai acara ada beberapa puisi yang aku ciptakan itu aku baca. Sangking banyaknya puisi yang aku buat, aku dokumentasikan semuanya ke sebuah diary kuning. Nah, pada masa itu kan belum ada software minilyrics, jadi kebiasaan teman-temanku yang lain selalu nulis lirik lagu di diary, dan aku juga merupakan korban dari kebiasaan remaja saat itu, aku ikut-ikutan nulis lirik lagu di diary, hahaha

Setelah tsunami, banyak hal yang aku dapatkan hingga pada akhirnya aku mulai sering menulis cerpen yang aku sadurkan dari pengalaman-pengalaman yang pernah terjadi. Aku masih ingat, cerpen pertama yang aku buat berjudul “Coverboy Alim” yang aku dedikasikan untuk salah seorang temanku yang sampai saat ini nggak kabarnya setelah kejadian tsunami saat itu. Pada akhirnya, majalah Skeleton yang merupakan majalah di Fakultas Kedokteran Unsyiah, yang saat ini menjadi kampusku, menerbitkan cerpen itu. Cerpen itu diterbitkan ketika aku duduk di kelas 2 SMA lho. Cerpen kedua mengenai misi-misi misionaris di Aceh, dan itu juga akhirnya dipublish di salah satu surat kabar di Aceh. Cerpen ketiga, aku dedikasikan kepada kakak salah seorang sahabatku yang telah meninggal karena Tsunami, dan kakak itu merupakan salah satu penulis terkenal di Aceh. Dan untuk cerpen ini aku berikan kepada temanku untuk nilai tugas ahir bahasa Indonesia di sekolahnya. Dan cerpen keempat tentang kehidupanku, aku jadikan sebagai hasil dari tugas terakhir untuk nilai bahasa Indonesia di sekolahku.

Setelah itu, mulailah aku memberi buku harian baru, tapi ini merupakan buku harian yang sangat unik bagiku, aku suka covernya yang bertemakan “penyiar”, ada gambar headset dan radio di situ. Saat itu diary-ku itu memang menggambarkan kondisiku yang memang sedang bergelut di bidang penyiaran radio. Di diary itu, aku totalkan seluruh fungsi dari diary di situ. Aku ceritakan semuanya hal yang aku alami, dari hal yang paling indah hingga hal yang paling sakit. Tetapi pada akhirnya, aku belajar lagi tentang satu hal “jangan pernah membeli diary tanpa kunci jika di rumahmu berisikan adik-adikmu yang kerjanya adalah mencari tahu apa yang kau tuliskan hari ini di diary mu.

Kemudian yang parahnya, mereka akan menyebarkan semua isi diary mu kepada setiap isi rumah. Hufh.. benar-benar menyebalkan. Akhirnya setelah aku berada dalam kondisi yang tak aman dan memang dalam kondisi yang sangat down karena aku harus berhenti menjalankan profesi menyiarku dan beberapa hal lainnya, aku menitipkan diary ku itu pada teman sebangku ku supaya ia menyimpannya rapat-rapat. Sepertinya teman sebangkuku mengerti akan masalahku, dan karena aku ingin mengubur kenangan itu selamanya, akhirnya dia mau menyimpannya.

Setelah itu, aku tidak pernah mempunyai diary lagi, karena aku berpikir, apa yang harus aku tuliskan sedangkan pada masa itu aku benar-benar tidak memiliki satu kenangan yang indah, apalagi untuk masalah hati. Malah benar apa yang dikatakan temanku, segala sesuatu kenangan yang pernah kau tuliskan di diary mu,apalagi untuk masalah hati, aku kira akan berakhir dengan sad ending semuanya, makanya aku tidak menuliskan apa-apa lagi di diary dan aku tidak mempunyai diary lagi. Sampai saat ini, blog dan notes di Facebook lah sebagai penggantinya. Walaupun ada kriteria-kriteria tertentu yang tak bisa aku samakan dengan ketika aku menulis di diary, tapi setidaknya cara ini lebih aman dari mereka yang mencari diary ku setiap hari dan aku bisa mengontrol apa yang hendak aku sampaikan di blog walaupun tidak sepenuhnya, ehehe

Hmm, bagaimanapun kisahnya, tapi inilah aku sekarang, yang masih bisa menulis sampai saat ini, tentunya dengan gaya menulis yang aku punya sendiri. Mungkin setiap perkataan tidak mampu untuk bisa kau ungkapkan, tapi dengan menulis, kau bisa mengungkapkan segalanya, termasuk segala yang ada di hatimu. Teruslah menulis untuk dirimu

Cerita tentang kita


Cerita tentang kita

Tentang semangat dan meraih mimpi

Tentang menjadikan semuanya luar biasa

Kau tahu….

Aku pernah mendengar tentang hal ini,

“Raihlah mimpimu setinggi langit, karena jika kau gagal dalam meraihnya, kau tetap berada di antara bintang-bintang”.

Orang yang tidak memiliki impian

Tak kan pernah bisa untuk menjadi pahlawan

Orang yang tidak memiliki impian

Tidak akan dapat melangkah satu langkah lebih maju

Tapi betapa bodohnya jika seseorang tidak memiliki mimpi.

Persis seperti kapal tanpa haluan.

Tanamkanlah mimpi itu di hatimu

Walau itu hanya mimpi untuk dapat mencintai seseorang

dan orang itu dapat menerimamu dengan apa adanya dirimu.

Atau….

Mimpi untuk menjadi pemimpin

Apakah pemimpin untuk hatimu, dirimu, keluarga, atau rakyatmu

Mimpi itu tidak statis, Kawan….

Tapi terus ada dan akan terwujud

Selama kita terus percaya

Bahwa kita mampu untuk meraihnya.

Tetap yakin bahwa Tuhan akan selalu memeluk mimpi-mimpimu.

Tapi setidaknya….

Jika kau tidak memiliki mimpi

Jangan pernah kau rebut mimpi orang lain

Itu sama saja kau lebih buruk dari seorang pecundang, Kawan!

Mohabbatein


Baru ku sadari,

terkadang seseorang berani berbohong karena ia terlalu mencintai, dan tidak berani untuk menyakiti.

Seseorang yang kelihatan angkuh, tegar dan nakal di luar, ternyata adalah seseorang yang diam, lugu, dan sering menghabiskan waktu di kamarnya untuk membaca novel dengan kacamatanya, dan selalu memaafkan dengan keindahan senyumannya.

Cinta tak kan pernah diketahui kapan ia bermula.

Mungkin setiap kali jika ada hal-hal yang kecil yang membuat kita tertawa dan menangis bersama, ataupun ketika hujan turun saat kita selalu bernyanyi.

Kehidupan adalah menerima dan memberi kasih. Jika ia hanya menerima tanpa memberi kasih, itu bukan kehidupan.

Walaupun selalu ada kebencian, tapi di hati tetap ada cinta.

Walau yang mencintai mati, walau kekasih hati mati, tapi cinta mereka tetap abadi.

Yakinlah..dengan selembar daun cinta itu akan mampu membuatmu untuk merubah dunia

12 cara agar tetap tersenyum..:)


1. Berpeganglah pada mimpi – mimpimu, dan jangan pernah melepaskannya.

2. Tunjukkan pada seluruh dunia betapa luar biasanya dirimu!

3. Berikan kesempatan pada keadaan, dan berikan manfaat keraguan kepada orang lain

4. Berharaplah pada bintang – bintang yang bersinar di langit

5. Tangani masalahmu satu persatu dan usahakan untuk menyelesaikannya

6. Andalkan kekuatan yang ada dalam dirimu

7. Lepaskan kemilau dan semangat yang kadang kamu coba sembunyikan

8. Pertahankan hubungan dengan orang – orang yang telah menyentuh kehidupanmu dengan kasih

9. Lihatlah sisi baiknya dan jangan biarkan penderitaan menahan langkahmu untuk mencapai kemenangan

10. Jadilah dirimu sendiri, karena kamu penuh dengan kualitas – kualitas istimewa yang telah membawamu maju sejauh ini, dan akan selalu membawamu maju

11. Jagalah agar semangatmu tetap tinggi

12. Buatlah hatimu bahagia, dan biarkan itu tercermin dalam setiap hal

Notes ana ( Sebuah Catatan Kecil ana )


Bagaimana

Hari ini mendung semakin gelap dan tak ada cahaya,

semua membawa pergi cahaya yang kumiliki,

hingga hampir tak dapat lagi aku meraba ‘tuk sekedar melangkah,

tertatih dan semakin melelahkan,

bagaimana lagi harus menerangi hariku.

Ingin kutawarkan pemanis dan hiasan,

namun kau semakin menjauh dan menghilang,

membawa semua rasa yang hampir sirna dan hambar,

melegakan namun ada yang tersendat,

bagaimana aku harus memperbaiki.

Lalu datang bayangan lembut menyapa,

tawarkan segala rasa yang tlah tak ada lagi,

dan aku hanyut dalam buaiannya,

hingga dini hari menjelang dan bayangan pergi,

bagaimana aku menggapai bayangan itu.

Bagaimana mungkin kau tawarkan sesuatu yang tak ada.

Bagaimana mungkin aku terbang tanpa sayap.

Bagaimana mungkin aku bermimpi jika tak pernah tidur.

Bagaimana mungkin rindu ini seindah ini.

Dan bagaimana caranya kugapai bayanganmu,,,

Inikah akhir dari perjalanan panjang dan pencarian, juga penantian?

Menutup seluruh katup dan rongga-rongga keping cinta.

Ataukah masih harus meniti penantian baru.

Namun terasa detak jantung memburu.

Sebuah belati cinta ‘tlah terhunus kini.

Yang tiada henti berlari mencari sarungnya.

Ataukah akan kembali pada satu lingkaran dan cahaya?

Hempaskan mimpi pada penantian dan titian baru beratapkan rindu.

Rinai hujan bagai percikan api dalam kasat mata warna.

Oleh cahaya di ufuk Timur berganti Barat.

Entahlah itu cahaya atau cinta.

Kelabu hampir hitam namun serasa putih.

Katub cinta hampir tak bertepi memanggil tepian malam.

Aku terpana menatap cahaya pada dini hari yang enggan usai ini.

Hampir melelahkan namun tak pernah ada lelah.

Hampir berupa keniscayaan namun makin nyata.

Masih ‘tuk Perempuan dan Lelaki di ujung senja.

INI FITRAH adanya.. Kau Telah Titipkan Di hati Kami


Ada dia seorang gadis yang sangat halus dan lembut hati-nya…
patuh dan berbakti pada ke  dua Ayah dan ibu-nya…

Apa khendah hati ibu dan ayah-nya itulah yg bekal terjadi..
Bangga pada agama yang Dipeluk-nya ….
Cinta pada Tuhan-nya yang Utama..
Nmon jika ia mula mendekati CINTA INSANI…
Adakala dia Sngat Rapuh.. Sbb takut-nya DIA pada tuhan-nya.
Cukup sujud ke sujud.. YANG DAPAT DIA LAKUKAN

Cinta Insani Cukuplah Cinta DIA DALAM DIAM.

Sebuah Pengakuan Ana .. ( Teruntuk Juga Pada Kita Semua ) 

 

Ya Rahman…

Ya Robbi..

Enkau maha mengetahui

tak terkecuali hati yang tak jua luput dari pengetahuanMu

baik rasa yang melintas ataupun yang mendendap

dan semua itu adalah keagungan takdirMu

Enkau tahu bahwa kini di hati ini

bunga-bunga cinta menggusarkan jiwaku

aku jatuh cinta pada makhluk yang telah Engkau jadikan indah dalam pandanganku

ku tak ingin rasa ini menutupi pandangan qolbuku dari kekuasaanMu

Oh God … what can I do …

should I keep this love

to someone who has teased this heart

or should I disclose my heart

Duhai penunjuk jalan di kala hati tak tentu arah

Wahai cahaya terang di saat tiba kegelapan

bentangkan jalan pancarkan cahaya pada mata dan ruang hatiku

labuhkan perahu layar penuh ombak dan badai di dermaga keridloaanMu

kembali pada cinta …

apakah ini hanya ada dalam hatiku saja

ataukah bunga cinta juga tumbuh di hatinya

jangan-jangan aku hanya bertepuk sebelah tangan saja … menyedihkan

Oh God … what can I do …

should I keep this love to someone who has teased this heart

or should I disclose my heart

I was in a confusion

cinta oh cinta

suatu waktu ketika aku memikirkanmu

mengumpulkan data atas mereka yang bahagia dan terluka karenamu

maka berdasarkan analisis hatiku aku menyimpulkan tentangmu

engkau hanyalah perspektif waktu

dan aku tak ingin terjebak dalam relativitasmu

yang meenggelamkanku dalam hubungan linier semu

karena adanya diferensiasi yang disembunyikan dalam hati

probabilitas kebalikan sifatmu kadang tak terduga

mampu memunculkan determinasi hatiku dan hati dia nantinya

ku tak ingin hal itu menggugurkan validitas cintaku

karena hubungan yang positif dan signifikan adalah pengharapanku

ya Allahu yaa Rohmaan

Inni Audzubika Minal Hammi Wal Hazan

ya Allahu yaa rohiim irhamna

wa Inni asalukal qolbun salimun salaman

Aku mengerti bahwa rasa ini bukan sekedar lintasan

karena bunga-bunga cinta hatiku telah menumbuhkan putik-putik rindu

begitu susah rasa ini aku palingkan

Apalagi ketika malam datang, bayang hadirnya meramaikan kesendirian

once again

Oh God … what can I do …

should I keep this love to someone who has teased this heart

or should I disclose my heart

????????????

?

??

??????????????????????

Allah …

JIka suatu saat nanti telah terkumpul keberanian

sampai tersingkaplah rasa cinta ini padanya

Kumohon … Arahkanlah hatinya untuk menerimanya

hingga indahnya bunga cinta mekar dengan sempurna

Namun jika dia menolaknya

Lewat angin … afirmasikanlah bahwa dia tak layak untukku

dan Engkau telah menyiapkan bidadari terbaik untuk diriku

yang akan engkau turunkan diantara bintang dan rembulan

Dan andai nanti dia menerimanya

maka vibrasikanlah penerimaan itu terhadap keluarganya

karena aku tak ingin cinta yang tak direstui

yang akan memberikan peluang bagi setan untuk membisikkan kawin lari

astaghfirullahal ‘adzim

Allah … sungguh tak ada yang tahu kehendakMu

Bisa jadi Kau hembuskan cinta di hatiku dan dihatinya

namun tidak bagi wali yang mewakili dirinya

Jika itu terjadi … hancurkanlah cinta

hancurkan rasa itu sebagaimana kau hancurkan kaum-kaum yang telah mendustakanMu

karena telah kupaksakan hati untuk mencintaimmu di atas cinta selainMu

but …

a hope in my heart

I want to meet her

in one day one heart to be forever

Ya Allah perkenankan permohonan cintaku

Bila tlah kau catatkan dia akan jadi milikku

Satukanlah hatiku dan hatinya

Titipkanlah kepada kami bahagia yang abadi

Melayari hidup ini dengan ridlomu ilahi

Namun bila tlah kau takdirkan dia bukanlah milikku

Bawa jauh dia dari pandanganku.

Lenyapkanlah kebahagiaan saat dia disisihku

Dan pelihara diriku dari kecewa hatiku.

Tenangkanlah hatiku dengan lembut cintamu

Dengan kasih sayangmu.

Agar ku merasakan indahnya karuniamu

Yang kau anugerahkan untukku.

Janganlah kau biarkan aku hidup sendirian

Membawaku di kegelapan dunia.

Maka berikanlah diriku pasangan yang beriman

Agar aku dan dia dapat

Setia tuk menyembahmu.

Amiin.. Allah Humma Amiin…

Ya Tuhan kuatkan Aku dan Jiwaku Beri aku Ke ikhlasan Hati.. ( Halaman ke 2 )


Berjalan hampir tak pasti. Bersama rindu dan penantian. Menggenggam indah dan pedihnya perjalanan dan pencarian panjang

Wahai Penantianku Jangan Kau Persulitkan Aku

Kerana Di Saat Hari Itu Tiba
Usailah Penantianku Untukmu
Kerana Engkau Bukan Untukku`

Jika kukatakan padamu, aku tak lagi peduli?
Aku Akhiri Engkau Dengan Senyuman~
Ya Tuhan kuatkan aku
Kuakan Aku dan Jiwaku
Beri aku Ke ikhlasan Hati..

Maafkan Aku Yang Meninggalkanmu Karna-Nya. .

Dengan nama Allah… sebaik-baik Pemberi Ganjaran. Namamukah yang tertulis di luh mahfuz sana? Engkaukah yang bakal menemaniku jalan menuju syurga? Dirimukah yang akan melengkapkan separuh dari agamaku? Adakah kau yang tercipta untukku? Jawab pertanyaanku ini. Jawab! Kau takkan pernah dapat memberi jawaban, Kerna jawabannya bukan di tanganmu, Tetapi di tangan-Nya. Di tangan Tuhan kita; Allah, Tuhanku dan Tuhanmu. Gelisahku memikirkan dirimu, Dan ketakutanku memikirkan Tuhanku, Maafkan aku, Ketakutanku pada Tuhanku melebihi kegelisahanku memikirkanmu. Jemput diriku pabila waktunya tiba, Sebelum sampai saat itu, biarkan aku sendiri bersama Si Dia, Akan kucipta cinta bersama Dia, Sebelum kucipta cinta antara kita. Jadilah dirimu kumbang yang hebat, Dan doakan aku agar menjadi bunga yang mekar, Untuk itu, Aku tinggalkan dirimu pada-Nya Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu, Tidak ada suatu binatang melata melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya, Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus. Usah bersedih atas perpisahan sementara ini, Jika benar aku tercipta untukmu, Tiada apa yang dapat menghalangnya, Sebelum saat itu tiba, Berdoalah pada Allah moga diberi kekuatan, Mohonlah padanya dengan penuh mengharap. Yakinlah pada janji Allah! Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga) [Surah An Nur: 26] Sesungguhnya Allah takkan pernah mensia-siakan pengorbananmu, Bilamana kita tinggalkan semua ini kerana Allah semata, Yakinlah! Akan ada sesuatu yang indah untukmu di pengakhiran nanti. Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu, Daripada yang sekarang (permulaan), Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu , Lalu (hati) kamu menjadi puas. [Surah Ad dhuha: 4 & 5] Beruntunglah kamu! Tatkala Allah memilihmu untuk menyadari hakikat perhubungan antara lelaki dan wanita Allah memilihmu! Jangan pernah sia-siakan kasih sayang Allah ini. Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya [Surah As Syams: 8-10] Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu [Surah Fussilat: 30] Dan ketika kamu merasa lemah, Mohonlah kekuatan dari-Nya, Allah itu dekat, Yakin pasti. Dan jika syaitan mengganggumu dengan suatu gangguan, Maka mohonlah perlindungan kepada Allah, Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [Surah Fussilat: 36] Kamu dan aku adalah intan terpilih, Berdoalah aku kuat dan tabah untuk menjaga kilauanku, Berdoalah tiada sang kumbang durjana merusakkannya sebelum yang halal tiba, Aku juga sentiasa mendoakanmu agar dalam peliharanya, Sentiasa.

Seperti Panci dan Penutupnya


Entah mengapa saat itu aku begitu tertarik dengan salah satu bagian percakapan antara Oh Ha Ni dan Ibu Baek Seung Jo di film Naughty Kiss (isi filmnya benar-benar beda dengan judul film-nya, so jangan nge-judge yang bukan-bukan dulu..). Ketika itu Ha-Ni merasa minder gara-gara ada cewek sekampus dengannya naksir Seung Jo. Namanya He-Ra. Yang pastinya He-Ra lebih cantik, pintar, punya hobi yang sama dengan Seung Jo, sangat jaim, perfeksionis, pokoknya cewek itu mempunyai sifat yang hampir sama dengan Baek Seung Jo. Ah, semua teman-teman kampusnya pada bilang jika mereka sangat cocok.

Ha-ni sangat murung dan dia berkata kepada ibu Seung Jo bahwa Seoung Jo menyukai gadis cantik dan pintar- gadis semacam itu sangat banyak di sekolah. Ibu Seung Jo segera mengerti bahwa orang ketiga telah menghalangi jalannya, dan menasehati Ha-ni dengan berkata:

“Ha-Ni, kamu dan Seung Jo adalah tipe orang yang harus selalu bersama untuk menjadi sempurna, seperti panci dan tutupnya, karena kalian akan saling melengkapi satu sama lain dan bukan seperti sebuah karbon yang saling menyalin satu sama lain. LIhat ini, secantik apapun tutup panci ini, jika panci yang lain itu bukan penutupnya, maka tetap saja tidak cocok. Ataupun ketika kedua penutup panci ditukar dengan penutup panci lainnya, itu juga tetap tidak akan cocok”.

Tiba-tiba aku terdiam pas Ibu Bak Seung Jo ngomong begitu. Hmm, benar apa yang dikatakan Ibu Seung Jo. Pasangan itu ada untuk saling melengkapi. Melengkapi untuk membuat sesuatu menjadi sempurna. Dan bentuk dari setiap pasangan itu pasti berbeda, ya seperti panci dan penutupnya yang masing-masing mempunyai bentuk berbeda tetapi ketika disatukan menjadi satu fungsi yang saling terkait hingga menjadi sebuah panci yang utuh Dan begitulah pasangan dalam hidupmu, Teman. Terkadang kamu dan pasanganmu itu adalah filosofis panci dan penutupnya tadi

Abu Salma

Homepage Pribadi Abu Salma Muhammad

Blog Abu Hudzaifah

Menghidupkan Sunnah Mematikan Bid'ah

Addariny's --- Centre

Meniti Jejak, Para Salafus Sholih yg Bijak

Aisyna haniifah

sibukkanlah dirimu dengan karya yang bisa mengharumkan namamu di hari akhir

bloginismeiga

Ekspresikan Diri dengan Cerita

Perkembangan Islam di Nusantara

merenung Islam masa lalu, merekam Islam masa kini, mereka Islam masa depan

Catatan Cinta Sahaja

AKU BELAJAR DARI KALIAN DAN AKU MENULISKANNYA

Cahyaiman's Blog

A fine WordPress.com site

Ideological Thinker

We write to SPEAK UP

KAMI DARI SEMUA : IndonesiAn BlogWalker

Blogging... Way I Get Relax a little while Learning     

Draft Corner

A Place for a Dreamer

Perjalanan Panjang

Tentang Hidup, Asa dan Cinta

blognoerhikmat

lihat dengan kata.baca dengan hati

Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Abdullah Adnan

Blogger Otomotif

Jendela Puisi

serumpun puisi dari hati yang merindu

DewanSyura Weblog

Just another WordPress.com weblog

Catatan Kaki

Kisah ke mana kaki ini melangkah...

Barbados Underground

News, Politics, Opinions, Sports, Culture, Religion and Media