Seulayang

ku berpikir mungkin kehidupan seperti layangan.

Layangan yang tampak indah, diterbangkan tinggi dengan untaian tali yang panjang.

Aku mengibaratkan itu seperti pengharapan tinggi dari setiap orang.

Aku yakin, seburuk atau sebodoh apapun seseorang, dalam dirinya pasti memiliki ekspektasi yang tinggi.

Tergantung kembali, apakah itu menurut realita ataupun hanya sekedar angan di siang hari.

Ketika layangan sampai di atas langit yang membiru.

Saangaat cantikk…

Ya cantik dan dikagumi oleh banyak mata yang memandang.

Tapi itu ketika dia sedang berada di atas sana Kawan!

Hmm, tak pernah ada yang tahu.

Apa yang sesungguhnya terjadi di atas sana?

Layangan itu sendiri.

Dia hanya berusaha kuat dari tekanan angin yang datang dari berbagai arah.

Hanya ada tali pengontrolnya, tapi tak selamanya bisa begitu.

Layangan harus berhadapan dengan angin dan cuaca yang menekannya selama ini.

Hanya ada dua pilihan.

Jika ia tak mampu bertahan, dia akan jatuh, robek bahkan terputus.

Berusaha sendiri, menahan sendiri, dan mengalaminya sendiri.

Toh, angin dan cuaca itu hanya mampu menjadi tekanan kan??

Hanya hadir sesuai dengan keinginan mereka.

Jika mereka baik, di situ layangan akan naik.

Jika mereka sedang “ngambek” bisa-bisa layangan pun hancur dibuatnya.

Hanya hal bodoh jika berharap bahwa angin dan cuaca akan mengerti layangan, ahaha… 

Apalagi jika petir datang, rimba layangan pun seperti hilang kelam.

Apakah ada layangan yang berada di tempat tertinggi tanpa putus dari talinya?

Seulayang… kasihan dirimu..

Kalaupun ada, hanya akan ada satu atau dua saja.

Selebihnya mungkin hanya terbang rendah.

Jatuh itu pasti sakit, apalagi ketika jatuh tanpa tahu akan jatuh dari ketinggian berapa, ataupun di mana akan terjatuh.

Saat ini, siapa yang akan peduli terhadap layangan yang akan jatuh?

Tidak ada…

Ribuan mata yang memandang tadi menghilang dan berganti ke arah layangan yang lain.

Cemaskah mereka ke mana layangan itu jatuh?

Hanya ada sepasang mata kesedihan dan cemas melihat ke mana rimbanya layangannya akan terjatuh.

Dia hanya berusaha untuk mengejar agar layangan itu dapat kembali untuknya.

Yang lainnya mungkin mengejar.

Tetapi lebih sebagai permainan siapa yang duluan mendapatkan layangan itu.

Ya hanya sebagai permainan.

Layangan itu hanya perlu dilepas sejenak, ketika angin baik dan hari mulai kembali cerah.

Dia tidak ingin terbang terlalu tinggi.

Cukup tinggi saja.

Tidak perlu hingga membuat hati si empunya menjadi cemas karena kejatuhannya, atau kejatuhan itu malah menyakiti diri sendiri.

Asalkan bisa memberikan senyuman ketenangan dan kebahagiaan bagi pemiliknya, itu saja sudah cukup.

Karena, itulah kebahagiaan, bagaimanapun kondisi yang engkau terima, ketika suatu kondisi itu tetap kau syukuri tanpa harus kau kesal karena tertahan dengan tekanan di dalamnya hanya untuk menjadi tinggi. Itu tidak perlu.

Jadilah diri yang membuatmu bahagia.

Karena akan ada cerita lain yang muncul, ketika kau tidak bahagia.

Hidup hanya sekali, jadi berbahagialah, Kawan ! 

About AMS

....Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidak tahuan mereka”,(Abu Bakar As-Shiddiq ra) " bagiMulah segala puja puji, dgn hati badan dan lisanku.....

Posted on 25 Juni 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Komentar Dinonaktifkan pada Seulayang.

Komentar ditutup.

Abu Salma

Homepage Pribadi Abu Salma Muhammad

Blog Abu Hudzaifah

Menghidupkan Sunnah Mematikan Bid'ah

Addariny's --- Centre

Meniti Jejak, Para Salafus Sholih yg Bijak

Aisyna haniifah

sibukkanlah dirimu dengan karya yang bisa mengharumkan namamu di hari akhir

bloginismeiga

Ekspresikan Diri dengan Cerita

Perkembangan Islam di Nusantara

merenung Islam masa lalu, merekam Islam masa kini, mereka Islam masa depan

Catatan Cinta Sahaja

AKU BELAJAR DARI KALIAN DAN AKU MENULISKANNYA

Cahyaiman's Blog

A fine WordPress.com site

Dandelion Seed

'writing' is the only way for me to speak up

KAMI DARI SEMUA : IndonesiAn BlogWalker

Blogging... Way I Get Relax a little while Learning     

Draft Corner

A Place for a Dreamer

Perjalanan Panjang

Tentang Hidup, Asa dan Cinta

blognoerhikmat

lihat dengan kata.baca dengan hati

Ariefmas's Weblog

Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya

Abdullah Adnan

Personal Blog of Abdullah Adnan

Jendela Puisi

serumpun puisi dari hati yang merindu

DewanSyura Weblog

Just another WordPress.com weblog

Catatan Kaki

Kisah ke mana kaki ini melangkah...

Barbados Underground

Barbados News, Politics, Opinions, Sports, Culture, Religion and Media

Michael Powers 1:1 Photography.

Self portraits, every day.

%d blogger menyukai ini: